0
PENULISAN 1
Posted by Unknown
on
Kamis, Maret 24, 2016
CONTOH KASUS YANG BISA DITERAPKAN DENGAN TERAPI PSIKOANALISA
Jawaban Babe Soal Seks Menyimpangnya
Babe selalu memilih anak yang bersih dan ganteng sebagai sasaran kebiadabannya.
Jum'at, 15 Januari 2010, 13:37 WIB
VIVAnews - Baekuni alias Babe kini meringkuk di tahanan Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Babe diduga pelaku pembunuhan terhadap tujuh bocah laki-laki di bawah usia 12 tahun. Empat di antaranya dibunuh dengan dimitulasi.
Setelah membunuh korbannya yang kebanyakan anak jalanan, Babe kemudian menyodomi bocah-bocah malang tersebut.
Apa jawaban Babe saat ditanya kenapa ia senang menyodomi korbannya? "Ya begitulah, karena rasanya puas," ujar Babe sambil tersenyum saat digiring dari ruang tahanan narkoba ke ruang penyidik Reskrimum di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 15 Januari 2009.
Babe secara gamblang mengakui senang dengan anak-anak kecil. "Karena (mereka) anak kesayangan saya," kata pria berusia 50 tahun ini.
Dari pemeriksaan psikologis terhadap Babe, yang dilakukan ahli psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, Kamis 14 Januari 2010 kemarin, dalam melumpuhkan korbannya Babe selalu memiliki pola yang tidak pernah berubah-ubah. Dia akan memilih korbannya dari luar anak-anak jalan yang dia pelihara.
Dari pemeriksaan itu terkuak tujuh pembunuhan yang dilakukan Babe dengan pola yang sama. Kecuali Ardiansyah, korban terakhirnya yang merupakan anak yang dipeliharanya sendiri.
Seluruh anak jalanan yang dekat dengan Babe hampir tidak pernah disentuh sejak 2007. Meskipun Sarlito mengatakan bahwa Babe termasuk pedofilia atau menyukai anak-anak.
Selain memiliki pola memilih dari luar kelompoknya, Babe juga melakukan pola yang sama saat melakukan tindakan memutilasi tersebut. "Kompulsinya dia ikuti pola teratur, dia awalnya ajak korban ke kamar mandi untuk mandi, ketika mau hubungan seks lalu ditolak, setelah di tolak lalu dia ikat pakai tali rafia, kemudian dilakukan hubungan seks dengan cara di sodomi, dia selalu gunakan kardus membuang mayat setelah di mutilasi lalu dibuang ketempat ramai supaya ditemukan orang dan dikubur," jelas Sarlito.
Sedangkan pengacara korban, Haposan Hutagalung mengatakan jika memang korban Babe bukan dari anak asuhnya. Biasanya babe sudah melihat jika ada anak jalanan yang menjadi tergetnya, dia akan merawatnya dan korban akan dapat perlakukan istimewa. Babe selalu memilih anak-anak jalanan yang bersih, berparas ganteng dan biasanya korban babe adalah teman-teman dari anak asuhnya.
Inilah daftar tujuh korban Babe:
1. Arif Kecil (6), TKP Terminal Pulo Gadung, potong empat tanpa kepala, Kamis 15 Mei 2008.
2. Adi (12) TKP Pasar Klender, Cakung, 9 Juli 2007, dipotong dua bagian.
3. Ardiansyah (10) TKP Jalan Raya Bekasi KM 27, Ujung Menteng, Cakung, Jumat 8 Januari 2010
4. Rio, TKP Depan Bekasi Trade Center, Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Senin 14 Januari 2008. Dipotong empat tanpa kepala.
5. Riki, TKP Kelapa Gading, luka jerat di leher, anus disumpal koran. (Tidak dimutilasi)
6. Arif Besar di Kuningan, Jawa Barat, tidak dimutilasi, dijerat lalu dikubur. (Tidak dimutilasi)
7. Yusuf, TKP belum diketahui.
• VIVAnews
Dari kasus diatas dapat ditangani dengan terapi psikoanalisa yaitu dengan menggali alam bawah sadar subjek untuk mencaritau penyebab subjek menjadi seorang pedofilia. Terapis memfokuskan dengan menggali masa lalu subjek yang menyebabkan perilaku masa kini dengan tidak menghilangkan suasana dan perilaku masa kini tersebut.
Jawaban Babe Soal Seks Menyimpangnya
Babe selalu memilih anak yang bersih dan ganteng sebagai sasaran kebiadabannya.
Jum'at, 15 Januari 2010, 13:37 WIB
VIVAnews - Baekuni alias Babe kini meringkuk di tahanan Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Babe diduga pelaku pembunuhan terhadap tujuh bocah laki-laki di bawah usia 12 tahun. Empat di antaranya dibunuh dengan dimitulasi.
Setelah membunuh korbannya yang kebanyakan anak jalanan, Babe kemudian menyodomi bocah-bocah malang tersebut.
Apa jawaban Babe saat ditanya kenapa ia senang menyodomi korbannya? "Ya begitulah, karena rasanya puas," ujar Babe sambil tersenyum saat digiring dari ruang tahanan narkoba ke ruang penyidik Reskrimum di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 15 Januari 2009.
Babe secara gamblang mengakui senang dengan anak-anak kecil. "Karena (mereka) anak kesayangan saya," kata pria berusia 50 tahun ini.
Dari pemeriksaan psikologis terhadap Babe, yang dilakukan ahli psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, Kamis 14 Januari 2010 kemarin, dalam melumpuhkan korbannya Babe selalu memiliki pola yang tidak pernah berubah-ubah. Dia akan memilih korbannya dari luar anak-anak jalan yang dia pelihara.
Dari pemeriksaan itu terkuak tujuh pembunuhan yang dilakukan Babe dengan pola yang sama. Kecuali Ardiansyah, korban terakhirnya yang merupakan anak yang dipeliharanya sendiri.
Seluruh anak jalanan yang dekat dengan Babe hampir tidak pernah disentuh sejak 2007. Meskipun Sarlito mengatakan bahwa Babe termasuk pedofilia atau menyukai anak-anak.
Selain memiliki pola memilih dari luar kelompoknya, Babe juga melakukan pola yang sama saat melakukan tindakan memutilasi tersebut. "Kompulsinya dia ikuti pola teratur, dia awalnya ajak korban ke kamar mandi untuk mandi, ketika mau hubungan seks lalu ditolak, setelah di tolak lalu dia ikat pakai tali rafia, kemudian dilakukan hubungan seks dengan cara di sodomi, dia selalu gunakan kardus membuang mayat setelah di mutilasi lalu dibuang ketempat ramai supaya ditemukan orang dan dikubur," jelas Sarlito.
Sedangkan pengacara korban, Haposan Hutagalung mengatakan jika memang korban Babe bukan dari anak asuhnya. Biasanya babe sudah melihat jika ada anak jalanan yang menjadi tergetnya, dia akan merawatnya dan korban akan dapat perlakukan istimewa. Babe selalu memilih anak-anak jalanan yang bersih, berparas ganteng dan biasanya korban babe adalah teman-teman dari anak asuhnya.
Inilah daftar tujuh korban Babe:
1. Arif Kecil (6), TKP Terminal Pulo Gadung, potong empat tanpa kepala, Kamis 15 Mei 2008.
2. Adi (12) TKP Pasar Klender, Cakung, 9 Juli 2007, dipotong dua bagian.
3. Ardiansyah (10) TKP Jalan Raya Bekasi KM 27, Ujung Menteng, Cakung, Jumat 8 Januari 2010
4. Rio, TKP Depan Bekasi Trade Center, Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Senin 14 Januari 2008. Dipotong empat tanpa kepala.
5. Riki, TKP Kelapa Gading, luka jerat di leher, anus disumpal koran. (Tidak dimutilasi)
6. Arif Besar di Kuningan, Jawa Barat, tidak dimutilasi, dijerat lalu dikubur. (Tidak dimutilasi)
7. Yusuf, TKP belum diketahui.
• VIVAnews
Dari kasus diatas dapat ditangani dengan terapi psikoanalisa yaitu dengan menggali alam bawah sadar subjek untuk mencaritau penyebab subjek menjadi seorang pedofilia. Terapis memfokuskan dengan menggali masa lalu subjek yang menyebabkan perilaku masa kini dengan tidak menghilangkan suasana dan perilaku masa kini tersebut.